Selasa, 01 Februari 2011
Sabtu, 01 Januari 2011
I'tiqaf Ramadhan
Keutamaan dan hikmah ibadah I�tikaf
Oleh: Muhammad Nasir
Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, segala puji kepunyaan Allah, dan dunia-langit serta isinya juga adalah kepunyaan Allah. Shalawat dan salam dengan tiada hentinya mari kita haturkan kepada nabi Muhammad SAW, utusan terakhir dan pilihan Tuhan yang uswatun hasanah dan berakhlak mulia. Tidak lupa juga, doa keselamatan kita haturkan kepada para sahabat, tabiin, tabit-tabiin, ulama-ulama dan seluruh kaum muslimin. Semoga dalam proses ibadah puasa yang sedang kita jalani ini benar-benar menjadi ajang latihan sehingga keluar menjadi "alumni ramadhan" yang berkualitas.
Latihan beribadah yang merupakan kesempatan emas yang tinggal 16 hari lagi mari kita evaluasi, cek dan renungkan apa yang kurang, bagaimana agar lebih efektif, efisien dan menghasilkan sesuatu yang berharga bagi kita kaum muslimin. Dalam buletin jumat kali ini. Itikaf secara bahasa adalah tinggal di masjid dengan niat tertentu karena taat kepada Allah SWT. Itikaf yang hukumnya sunnah muakkadah adalah bagian ibadah di bulan ramadhan. Azam berkata : sebetulnya disunahkan bagi kaum muslimin semampu dan semaksimalnya mendekatkan diri dan beribadah kepada Allah guna meminta pahalaNya dan mengikuti jejak Rasulallah-Nya, karena beliau telah terus-menerus melaksanakan itikaf di setiap bulan ramadhan. Dalilnya adalah pertama, telah sepakat para ulama bahwasannya itikaf itu telah disyariatkan. Kedua, dari Aisyah RA bahwasannya nabi SAW beritikaf di sepuluh terakhir bulan ramadhan, itu dilakukan sampai akhir hayatnya. Sepeninggalan nabi, istri-istrinya dan para sahabat melanggengkan ibadah itikaf ini (HR Bukhari Muslim).
Ibadah kepada Allah, apapun macam dan namanya mempunyai aturan dan petunjuk sebagaimana yang disuritauladankan nabi Muhammad SAW. Agar ibadah itikaf ini sesuai apa yang diharapkan, maka paling tidak kita mesti mengikuti langkah-langkah yang dicontohkan nabi.
Langkah langkah melaksanakan I'tiqaf

- Rukun itikaf, ini terdiri dari: Satu, niat adalah sesuatu yang urgen dan asasi karena kekokohan niat akan berimplikasi atau berefleksi berbanding lurus dengan niat itu sendiri. Segala rencana dan tujuan di dunia ini tergantung niat, makanya Rasuluallah SAW bersabda: "Sesungguhnya segala perbuatan atau amal itu tergantung pada niat....(HR. Bukhari). Kedua, berdiam di masjid, ini sesuai dengan firman Allah: "....Dan telah Kami perintahkan kepada Ibarahim dan Ismail: "Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang itikaf, yang ruku dan yang sujud". (QS. Al-Baqarah 125).
- Tempat dan waktu. Tempatnya seperti disinggung di atas adalah di masjid, adapun waktunya adalah sepuluh terakhir bulan ramadhan, meski demikian boleh juga dari awal sampai akhir ramadhan.
- Etika itikaf. Itikaf mempunyai etika, disunahkan bagi orang yang beritikaf memegang etika ini agar amalannya diterima. Tatkala orang tersebut menjaga etika maka pahala akan diperoleh dari Allah SWT. Disunahkan juga kepada orang yang beritikaf menyibukkan diri dengan membaca Al-Quran, berdoa dan berdikir kepada Allah, menjauhi perkataan dan perbuatan yang tidak berguna dan ketaatan-ketaatan lainnya. Hal yang penting lagi adalah jangan dijadikan ajang ngerumpi yang membuang-buang waktu. Begitu juga ada orang yang meninggalkan pekerjaannya demi melaksanakan itikaf, dalam hal ini boleh apabila telah mendapatkan izin dari istri misalnya. Hanya saja menjadi kurang bijak apabila meninggalkan tanggung jawabnya, misalnya dengan meninggalkan pekerjaan. Karena menafkahi istri wajib dan itikaf hukumnya sunah, maka dahulukan menafkahi istri.
- Larangan itikaf. Pertama, itikaf gugur apabila keluar dari masjid kecuali untuk buang air kecil, bersuci, makan dan kebutuhan lainnya. Kedua, mencampuri wanita, firman Allah SWT : "...... janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beritikaf dalam masjid....." (Al-Baqarah 187). Ketiga, apabila perempuan yang beritikaf haid atau nifas maka wajib baginya keluar dari masjid untuk menjaga kebersihan masjid. Keempat, wanita yang sedang beritikaf yang ditinggal suami meninggal dunia maka menunaikan ibadahnya adalah di luar mesjid. Keenam, orang murtad tidak sah itikafnya.
Pendidikan.
Nilai-nilai pendidikan yang terkandung dalam itikaf.
Pertama, sosialisasi definisi ibadah secara universal. Itikaf mengoriginalkan kepada yang melakukannya definisi ibadah akan hak Allah Azza wa Jalla, dimana manusia diciptakan tiada lain untuk beribadah, firmanNya: "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mangabdi kepada-Ku. (QS: Adz-Dzaariyat 56), dimana manusia telah menghibahkan diri dan waktu semuanya untuk ibadah.
Kedua, mendapatkan lailatul qodar, yaitu salah satu tujuan dari itikafnya Rasulallah SAW dimana beliau memulai itikafnya di awal ramadhan kemudian memasuki pertengahan guna mendapatkannya. Tatkala beliau mengetahui bahwasannya lailatul qodar di sepuluh terakhir ramadhan, maka beliau hanya beritikaf di sepuluh terakhir itu.
Ketiga, membiasakan tinggal di masjid. Orang yang beritikaf diharuskan tinggal di masjid dengan waktu yang ditentukan. Terkadang orang yang beritikaf secara kemanusiaan merasa tidak betah di permualaan itikaf, akan tetapi rasa tidak betah ini dengan cepat akan jungkir balik secara pembelajaran dimana jiwa seorang muslim akan merasakan nyaman dan tumaninah berdiam di masjid.
Keempat, lebih jauh pentingnya tinggal/itikaf di masjid
berimplikasi pada: a-Orang yang mencintai tinggal di masjid dan mengetahui kapasitas rumah Allah, dimana ini mempunyai nilai di sisiNya; yaitu golongan yang dilindungi Allah di hari yang tidak ada lindungan kecuali lindunganNya. b-Orang yang tinggal di masjid sambil menunggu shalat, menunggunya sama dengan pahala mengerjakan shalat dan malaikat meminta ampunan kepada Allah untuknya. Nabi SAW bersabda: "Sesungguhnya malaikat mendoakan kalian selama di masjid dan dalam keadaan suci; Ya Allah ampunilah dan kasihanilah......(HR. Bukhari). c-Jauh dari kehidupan mewah dan zuhud dalam urusan dunia. d-Mengenyahkan kebiasaan-kebiasaan yang non produktip. e-Pembelajaran sabar yang terus-menerus, sabar dari mengekang diri, makanan, istri, kasur empuk dan banyak lagi.
Tujuan itikaf
Tujuannya antara lain untuk mendapatkan lailatul qadar, bersama dengan Allah Azza wa Jalla dan sebisa mungkin sedikit hubungan dengan banyak manusia sehingga hatinya jinak dengan Allah SWT, memperbaiki hati, memaksimalkan untuk ibadah: membaca Al-Quran, shalat, berdoa dan berdikir, menjaga kualitas puasanya dari hawa nafsu, meminimalisir dalam keduniaan dan mampu berinteraksi dengan apa adanya.
Universitas ruhani tertinggi Di dunia pesantren dikenal nama tirakat, yaitu menjalani kehidupan dengan sesederhana mungkin. Kata tirakat bahasa tempatan yang pada mulanya adalah tarekat. Itikaf yang sesuai dengan aturan akan menghasilkan pribadi-pribadi tanggguh dan unggul. Kita ambil contoh kecerdasan emosional/akhlak ini menempati point paling tinggi daripada cara berpikir dan adat bawaan seseorang. Seperti baru-baru ini pemilihan hakim agung dari 49 orang calon yang terjaring hanya beberapa orang, yang lainnya tidak masuk kategori karena cacat akhlak. Jadi disini terlihat sekali biasnya nilai akhlak sangatlah penting bahkan mempunyai skor 35 point, lainnya 20-an. Madhab falsafah juga menyinggung masalah ruhani ini, dimana hakekat tertinggi manusia ditentukan oleh akhlaknya, artinya sehebat apapun orang itu bila ahklaknya minus tidak mustahil akan lebih hina daripada hewan. Memang tidak mudah untuk mencapai maqom itu (universitas ruhani tertinggi) dan memang tidak sembarang orang bisa melakukan itikaf dengan baik dan benar. Mudah di teori, butuh perjuangan dan kesabaran dalam tataran praktek. Tapi bukan tidak mungkin apabila kita sering riyadhah latihan sedikit demi sedikit akan mencapai maqomnya. Riyadhah yang intensif juga tidak ada artinya kalau makanan yang kita makan dari barang haram. Alangkah dahsyatnya apabila zat halal menyatu dan bertemu dengan zat/nilai-nilai yang maha luhur dari Tuhan.
Dengan melakukan itikaf yang baik dan benar seperti diterangkan di atas, seorang mutakif akan mendapatkan hikmah dan keutaman tentunya. Semoga kita meraih menejmen qalbunya ala Rasul, amien.
Berikut ini adalah keutamaan dan faedah i�tikaf:
- Mencari malam Lailatul Qadar.
- Orang yang i�tikaf akan terjaga dari perbuatan maksiat,
- Orang yang i�tikaf akan dijauhkan dari neraka jahanam sejauh tiga parit. Menurut Al-Kandahlawi jarak satu parit itu lebih jauh dari pada jarak antara langit dan bumi.
- Orang yang beri�tikaf akan dengan mudah dapat mendirikan shalat fardhu secara kontinu dan berjamaah.
- I�tikaf membantu menguatkan seseorang untuk menjalankan shalat dengan khusyuk.
- Membantu orang melakukannya untuk menjalankan shalat atau amalan sunah.
- Orang yang i�tikaf akan selalu beruntung karena selalu mendapatkan shaf pertama shalat berjamaah.
- Mendapatkan pahala menunggu datangnya waktu shalat.
- I�tikaf membiasakan jiwa untu senang berlama-lama di masjid, dan menggantungkan hati pada masjid.
- I�tikaf memudahkan pelakunya untuk menjalankan shalat malam.
- Membiasakan hidup sederhana, zuhud, dan berlaku tak tamak terhadap dunia.
- I�tikaf ikut menjaga shaum seseorang dari perbuatan-perbuatan dosa, walau kecil sekalipun.
- I�tikaf berguna untuk mendidik jiwa agar terbiasa berlaku sabar dalam menjalankan amal saleh.
- Dapat mencegah keinginan untuk melakukan kemaksiatan, serta mendidik berlaku sabar dalam menghadapi segala bentuk kemaksiatan.
- I�tikaf dapat digunakan sebagai sarana untuk introspeksi diri, mengetahui sejauh mana kekuatan dan kelemahan yang ada.
Wallahu Alamu Bishawab.
Rabu, 01 Desember 2010
Pelaksanaan Haji & Umrah
Para jamaah terlebih dahulu melaksanakan umroh sebelum melaksanakan haji yang dimulai dari Makkah pada tanggal 8 Zulhijah.
Rangkaian kegiatan ibadah Umrah sebagai berikut :
� Aku penuhi panggilan Mu Ya Allah untuk berhaji.� atau
Catatan:
Rangkaian kegiatan ibadah Umrah sebagai berikut :
- Diawali dengan mandi besar (janabah)
- Mengenakan pakaian ihram. Khusus wanita disunnahkan untuk memakai pakaian apa saja yang menutup aurat tanpa hiasannya dan sarung tangan.
- Niat umrah dalam hati dan mengucapkan Labbaika �umrotan atau Labbaikallahumma bi`umrotin. Kemudian bertalbiyah
- Melakukan thawaf sebanyak 7 kali putaran. (3 putaran pertama jalan cepat dan sisanya jalan biasa). Thowaf diawali dan diakhiri di hajar aswad, posisi Ka`bah berada di sebelah kiri. Setiap putaran berusaha menyentuh hajar aswad dengan tangan kanan atau menciumnya jika mampu dan mengucapkan Bismillahi wallahu akbar atau cukup memberi isyarat dan berkata Allahu akbar.
- Shalat 2 raka`at di belakang maqam Ibrahim jika bisa atau di tempat lainnya di masjidil haram dengan membaca surat Al-Kafirun pada raka`at pertama dan Al-Ikhlas pada raka`at kedua.
- Sa`i dengan naik ke bukit Shofa dan menghadap kiblat sambil mengangkat kedua tangan dan mengucapkan Innash shofa wal marwata min sya`aairillah. Abda`u bima bada`allahu bihi (Aku memulai dengan apa yang Allah memulainya). Kemudian bertakbir 3 kali tanpa memberi isyarat dan mengucapkan Laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu. Lahul mulku wa lahul hamdu wahuwa �alaa kulli syai`in qodiir. Laa ilaha illallahu wahdahu anjaza wa`dahu wa shodaqo �abdahu wa hazamal ahzaaba wahdahu 3x. Sa`i dilakukan sebanyak 7 kali yaitu dengan hitungan berangkat satu kali dan kembalinya dihitung satu kali, diawali di bukit Shofa dan diakhiri di bukit Marwah.
- Mencukur rambut kepala (Tahallul) bagi lelaki dan memotongnya sebatas ujung jari bagi wanita.
- Ibadah Umroh selesai
- Bersuci, mandi, berwudhu di pemondokan.
- Memakai wangi wangian sebelum berpakaian ihrom.
- Berpakaian ihrom
- Sholat sunnat ihrom haji 2 rokaat.
- Niat ihrom haji dengan mengucapkan :
- Berangkat ke Arafah dengan memperbanyak membaca talbiyah
- Sampai di Arafah menempati kemah masing masing.
- Menunggu waktu wukuf dengan memperbanyak membaca Al Qur�an, beristighfar, berdzikir.
- Pada tanggal 9 Zulhijjah siang wukuf di Arafah dengan mendengarkan khutbah wukuf.
- Sholat dzuhur dan ashar jama� taqdim
- Berdo�a, berdzikir, beristighfar, membaca Al Qur�an.
- Sholat maghrib dan isya jama� taqdim.
- Berangkat ke Muzdalifah membaca talbiyah.
- Mabit di Muzdalifah sampai tengah malam.
- Mencari kerikil di Muzdalifah untuk melontar jumroh sebanyak 7, 49 atau 70 butir.
- Setelah lewat tengah malam berangkat ke Mina.
- Tanggal 10 Zulhijjah melontar jumroh Aqobah .
- Menggunting / mencukur rambut.
- Tahallul awal .
- Setelah tahallul awal berganti pakaian biasa.
- Memotong dam tamattu� seekor kambing
- Tanggal 11 Zulhijjah mabit di Mina dan melontar jumroh Ula, Wustho dan Aqobah masing masing 7 kali lontaran.
- Tanggal 12 Zulhijjah mabit di Mina dan melontar jumroh Ula, Wustho dan Aqobah masing masing 7 kali lontaran. Bagi yang ambil Nafar Awal setelah melontar jumroh langsung harus meninggalkan Mina sebelum maghrib.
- Tanggal 13 Zulhijjah bagi yang ambil Nafar Tsani mabit dan melontar jumroh Ula, Wustho dan Aqobah masing masing 7 kali lontaran. Setelah melontar jumroh tanggal 13 Zulhijjah meninggalkan Mina.
- Kembali ke Makkah.
- Memotong dam tamattu� bagi yang belum
- Thawaf ifadhah dan sa�i
- Thawaf wada� ketika akan meninggalkan Makkah.
Catatan:
- Selama pelaksanaan Haji / Umrah akan diselenggarakan pengajian rutin yang meliputi pembahasan Fiqhi, Aqidah, Akhlaq
- Selama proses pelaksanaan Ibadah akan diberikan bimbingan teknis
- Bimbingan Do'a bagi yang membutuhkan
- pendampingan selama perjalanan
Senin, 01 November 2010
Jadwal Perjalanan Haji
Informasi Perkiraan Calon Haji klik disini
Jadwal Setoran :
I.
II.
III.
dst. s.d. Pelunasan.
Jadwal Manasik
I.
II.
III.
Jadwal Keberangkatan & Pelaksanaan Haji Plus:Embarkasi Makassar.
1. Masuk Asrama
2. Menuju ke Jeddah
3. Menuju Madinah
4. Menuju Makkah
Jadwal Kepulangan
Jadwal Setoran :
I.
II.
III.
dst. s.d. Pelunasan.
Jadwal Manasik
I.
II.
III.
Jadwal Keberangkatan & Pelaksanaan Haji Plus:Embarkasi Makassar.
1. Masuk Asrama
2. Menuju ke Jeddah
3. Menuju Madinah
4. Menuju Makkah
Jadwal Kepulangan
Contact
Lihat Tazkia Tours & Travel Makassar di peta yang lebih besar
Alamat Kantor :
TAZKIA Cabang Indonesia Timur
Jl.Dg Ramang, No.135 Sudiang Raya
Makassar-Sulawesi Selatan
Indonesia
Hotline Service
Telp. 0411-515345
H.Sultan Muhiddin,SH : 0852 111 77739
Hj.Ernawati : 0813 426 74949
Syamsuddin,SH : 0853 197 76495
Sudirman A.Rahman : 0813 647 70553

























